Mengintip Bisnis Franchise Menggiurkan yang Membuat Para Veteran Kaya

 

Setelah susah payah membela negara dalam bidang militer, ternyata masih banyak veteran yang tetap melanjutkan perjuangannya dengan menambah pendapatan Amerika Serikat dengan cara berbisnis.

Bayangkan, franchise yang dimiliki oleh seorang veteran dapat menyediakan sebanyak lebih dari 815 ribu pekerjaan, itu pun hanya dalam skala nasional Amerika Serikat tidak termasuk yang berada di luar Amerika Serikat, menurut infografis yang dibuat oleh perusahaan akunting perangkat lunak dan jasa The Sage Group dalam kolaborasinya dengan National Veteran – Owned Business Association (NaVOBA). Selain itu, sebanyak 66 ribu bisnis—punya para veteran saja—franchise yang dimiliki Amerika berhasil menambahkan sebanyak 41 triliun dollar ke dalam pundi-pundi pendapatan Gross Domestic Product (GDP)—atau yang di Indonesia biasa disebut dengan Produk Domestik Bruto (PDB)—nasional Amerika Serikat setiap tahunnya.

Sebenarnya tidak begitu mengejutkan jika kita mendengar bahwa bisnis yang dimiliki seorang veteran dapat berjalan dengan baik, karena jika dipikir ulang, setelah mereka menghabiskan waktu yang cukup lama dalam pasukan bersenjata dan harus berpindah-pindah dari satu negara ke negara lain, veteran memiliki kemampuan memimpin dan memiliki kemampuan dalam menentukan prosedur dan arah yang benar. (Bahkan kemampuan mereka lebih banyak lagi, namun karena tidak relevan dengan topik maka tidak usah disebutkan.) Veteran biasanya selalu berfokus pada kelompoknya dan berorientasi pada tujuan mereka, dan keduanya adalah hal yang sangat dibutuhkan baik dalam bidang militer maupun dalam praktik pengoperasian cara cepat kaya dalam bisnis .

Berikut adalah informasi tentang bagaimana orang-orang yang memiliki sifat patriotik ini mendapatkan garis demi garis dan bintang emas demi bintang emas (juga lembar demi lembar uang) dalam bisnis.

  1. Semakin banyak veteran yang menjadi pebisnis.
  • Satu dari 7 (jika semuanya dijumlahkan) franchise di Amerika Serikat adalah milik para veteran1.
  • Sebanyak 5.100 veteran telah menjadi pemilik usaha dalam lima tahun ke belakang2.
  • Terdapat lebih dari 3 juta veteran yang memiliki bisnis.
  • Veteran memiliki kemungkinan memiliki bisnis sebanyak 2 kali lebih tinggi dari orang-orang non veteran3.
  1. Hal-hal yang benar.

Pelatihan militer membuat veteran cocok untuk memiliki bisnis-bisnis kecil, terutama memiliki franchise4.

  • Berpengalaman dengan kepemimpinan. Mereka tahu bagaimana caranya memotivasi orang lain untuk mencapai tujuan bersama.
  • Fokus terhadap kelompoknya. Mereka mengerti satu hal dalam bisnis, “untuk diri sendiri” bukan “oleh diri sendiri”.
  • Berorientasi pada tujuan. Dapat melakukan perencanaan dan proses-proses untuk mencapai objektif yang diinginkan.
  • Persis seperti apa yang ada di buku. Mengeksekusi sistem dan mengikuti prosedur dengan tepat.
  • Pelatih profesional. Mau mengikuti contoh bisnis dari seorang franchisor yang sudah terbukti keberhasilannya dan menyelesaikan semua latihan yang diperlukan.
  1. Dalam perjalanan menuju sukses.
  • Permintaan yang terus naik. Perusahaan More Fortune 1000 menandai presentase dari pendapatan tahunan dari supplier yang dimiliki oleh seorang veteran5 dan ternyata, lebih dari 66 ribu orang veteran memiliki franchise di Amerika Serikat6.
  • Ekonomi yang terus tumbuh. Sebanyak 815 ribu pekerjaan disediakan untuk warga Amerika oleh franchise yang dimiliki oleh seorang veteran. Lebih dari 41 triliun dollar ditambahkan setiap tahunnya ke Gross Domestic Product (GDP)—atau yang di Indonesia biasa disebut dengan Produk Domestik Bruto (PDB)—Amerika Serikat oleh franchise-franchise yang dimiliki para veteran.
  1. Empat langkah sebelum Anda mendaftar.

Anda seorang veteran dan tertarik memiliki sebuah franchise? Atau Anda nonveteran yang ingin menjadi sesukses para veteran di atas? Lakukan beberapa hal di bawah ini untuk memastikan kalau hal ini memang tepat untuk Anda:

  1. Bertanyalah pada pemilik franchise yang merupakan seorang veteran perihal pengalaman mereka.
  2. Cari peluang yang sejalan dengan tujuan utama dan nilai-nilai Anda, seperti gairah pada suatu produk, hadiah secara finansial, independensi (kemandirian), dan lain-lain.
  3. Pelajari lebih lanjut mengenai franchise dan apa bedanya dengan kepemilikan bisnis non franchise.
  4. Lakukan penelitian secara menyeluruh tentang sepak terjang franchise tersebut (yang Anda minati), dokumen-dokumen rahasia yang terkuak, dan apapun yang diharapkan oleh seorang franchisor ataupun franchisee.

 

Sumber:

  1. Data sensus Amerika Serikat pada tahun 2012
  2. National Veteran – Owned Businesses Associtaion, NaVOBA
  3. http://vets.syr.edu/wp-content/uploads/2014/07/TheBusinessCase7.14.pdf
  4. http://www.vetfran.com/wp-content/uploads/2014/07/VetFran-FAQ-7.16.142.pdf
  5. National Veteran – Owned Businesses Associtaion, NaVOBA
  6. Penelitian baru-baru ini yang dilakukan untuk International Franchise Association Educational Foundation yang berbasis pada data hasil sensus Amerika Serikat.